Diam Bukan Berarti Pasrah dan Mengalah bukan berarti kalah

Setiap manusia tercipta dengan segenap keegoisannya. Ingin menang dan tak mau kalah. Ingin mengatur tapi tak mau diatur. Jika setiap insan menuruti keegoisannya masing-masing, kehidupan ini seketika akan hancur. Dimana-mana akan terjadi perang panas dingin. Dan Pernahkah kau merasa egois??? Kalo Aku sendiri tak munafik atas keegoisanku, seringkali aku mengalami egois gede-gedean. Sebisa mungkin ku berusaha untuk meredam egoisku dengan diam untuk mengalah. Diam Bukan Berarti Pasrah dan Mengalah bukan berarti kalah. Aku diam untuk menyesuaikan diri. Diam memang terkesan cuex tapi jangan meremehkan, tunggu saja tanggal gubrakkkknya?????

Mau kah kau mengalah??? Pastinya banyak yang enggak. Buat yang pengen, mungkin bisa menerapkan ilmu kepuasan konsumen, hohoho….dalam ilmu marketing kalo kita ingin berhasil menjual produk kita maka kita harus mengutamakan kepuasan konsumen. Caranya kita harus mencari tau apa kebutuhan konsumen, dan sebisa mungkin memberikan servis atau pelayanan yang terbaik. Dengan pelayanan yang memuaskan pastinya konsumennya juga bakalan banyak dan penghasilanpun dah pasti banyak. Apa kaitanya dengan program mengalah???

Produsen/penjual yang jitu pastinya akan menujual produk kepada konsumen sesuai apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen. Dia tidak akan memaksakan jualan produk sesuai keinginannya sendiri. Produsen/penjual yang jitu tersebut menunjukan bahwa dia mengalah kepada konsumen, dengan mengalah tersebut sang produsen/penjual pasti bakal sukses. Demikian halnya dengan kamu, dalam hal apapun jangan selalu memaksakan keegoisanmu. Sesekali cobalah diam untuk mengalah. Terapkan bahwa Diam Bukan Berarti Pasrah dan Mengalah bukan berarti kalah. Kita diam untuk mengoreksi kekurangan kita dan kita mengalah untuk memperbaiki kelemahan kita. Setelah semuanya sudah OK adanya, barulah kita start action.

Apapun keadaanya, hasilnya akan lebih baik jika tidak pakek egois. Egois adalah pangkal dari emosi. Kalo sudah egois dan emosi pula, wuah tinggal perangnya ajah tuh. Mungkin salah satu cara sederhana untuk meredam egois yah dengan mengalah. Jadi baiknya kita saja yang menyesuaikan diri dengan orang lain, jangan menuntut orang lain yang harus menyesuaikan diri dengan kita. Dan Masalahnya adalah kamunya mau apa tidak untuk MENGALAH???
MERDEKA dalam DUNIA BEBASKU for TALK LESS WRITE MORE!!!!!!

About justminggi

Simple man full of sin and to repent

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: